Fajar dan Senja “Perpisahan”

“Don’t cry because it’s over, smile because it happened.” 
― Dr. Seuss

 

Langit berkecamuk. Entah ini pagi, siang, atau sore. Semburat warna-warni tanpa seni seakan menjadi noda bukannya goresan kuas yang memperindah langit. Sudah lima belas hari sellalu seperti ini. Manusia, hewan, dan tumbuhan resah. Mereka tak tahu bagaimana harus bertahan hidup lagi bila matahari tak tentu seperti ini. Jauh dari suasana langit yang kacau-balau, di bawah pohon akasia duduklah dua sosok berwajah gelisah. Keduanya hanya duduk bersisihan dan terdiam. Tiba-tiba saja terdengar suara kilat menggelegar. Daaaar!

” Kau tidak apa-apa?” Fajar bertanya cemas seraya memperhatikan wajah Senja yang memucat. Senja adalah orang yang sangat berarti untuknya. Ia begitu cemas hanya dengan melihat wajah Senja yang memucat.

Senja mengangguk samar lalu kembali bertopang dagu. Ia mendesah perlahan lalu kembali mengerutkan kening. Terlihat sekali ia diam-diam mengintip langit yang terus bergolak tanpa ampun. Semakin ia melihat gejolak langit itu, kerutan di dahinya makin banyak. Fajar hanya diam di sampingnya dan memperhatikan sentiap inchi perubahan ekspresi di wajah Senja. Akhirnya Fajar tersenyum.

” Kau tahu, aku rasa yang kita lakukan ini tidak benar,” Fajar berterus terang. Ucapan Fajar ini mendapat respon terkejut luar biasa dari Senja yang tidak menyangka Fajar mengakuinya. Senja tidak berusaha membalas, ia menunggu kalimat Fajar selanjutnya.

” Karena keegoisan kita, tiap orang, tumbuhan, dan hewan yang menerima akibatnya. Jujur saja aku tahu kalau kita harus kembali ke tempat masing-masing. Melaksanakan tugas kita sebagaimana seharusnya,” Fajar menarik napas sejenak lalu kembali melanjutkan, ” Ya, benar. Kita harus menghentikan ini. Cukup sampai di sini dan tidak ada yang akan terluka lagi. Jangan menangis karena ini berakhir, tersenyumlah karena ini terjadi. Aku sangat bahagia dan beruntung bisa bertemu dengan orang sepertimu. Aku tidak menyesal karena pernah mencintaimu.” 

Senja terus saja menggeleng tak yakin. Ia sangat gelisah. Ia bingung, mana yang harus ia ikuti. Hati nuraninya ataukah keegoisannya.Ia terus saja diam dan tidak menjawab. Fajar pun tidak meminta jawaban.

” Kau lupa, kau pernah berjanji padaku, kita akan membuat cerita indah bersama. Tapi saat ini tiba-tiba saja kau mengatakan hal yang lain. Aku jadi sulit memahamimu.” Senja akhirnya angkat bicara.

” Mhmm… Aku ingat. Aku selalu ingat. Senja kita selalu membuat cerita indah, sejak dulu dan sampai besok seterusnya. Aku sehari-hari mengkomposisikan semburat warna-warni indah ketika fajar menyingsing sehingga menjadi begitu indah. Begitu pula dirimu ketika senja. Tanpa kita sadari kita selalu membuat orang lain memiliki cerita indah pula tidak hanya kita. Terkadang apa yang terbaik menurut kita belum terbaik untuk kita.”

Senja kembali menghela napas. Ia sangat tahu hal itu. Seperti orang bodoh saja, menanyakan hal yang sudah diketahui jawabannya. Hati Senja begitu berat untuk berpisah dengan Fajar. Ia menangis diam-diam supaya Fajar tidak menyadarinya. Pada akhirnya keduanya saling melepaskan. Melepaskan beban hati yang begitu berat untuk mengakui mereka memang salah. Beban hati karena mereka tidak akan pernah bertemu lagi. Namun ketika mereka telah kembali ke posisi masing-masing dan melihat langit yang kembali cerah dan membaik, mereka sama-sama tahu mereka telah memilih jalan yang benar. 

 

…..Langit kian gelap. Sang Surya menampakkan batang hidungnya. Awan, sahabat dekat Surya melaporkan bahwa Fajar dan Senja sudah berpisah. Surya tersenyum licik. Awan hanya geleng kepala melihat sahabatnya satu ini. Ia bimbang, ia tidak tahu ia harus berpihak pada siapa. Tapi Surya adalah sahabatnya……

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s